TUHAN
Aku tinggalkan Tuhan dalam kelukaan
Meratap
Mengais-ngais sampah
Menghujat takdir, menjerit
”Kejam!
Ini tak adil, Tuhan!
Setinggi harapan menggapai
Serendah aku terjatuh
Mengapa?”
Lalu
Ku agungkan tuhan-tuhan dalam keangkuhan
Tidur dipelukan mereka
Hingga aku hanya pemimpi
Aku menjerit dan terus menjerit
Mengais-ngais sampah.
Hingga tak sadar aku adalah sampah
Tanganku luka
Hatiku kering
Akalku buntu
tuhan-tuhan tak mampu menolong
Aku Lemah
Butuh Engkau, Tuhan
Keabadian adalah diriMu
Tempat hamba berpasrah
Aku tersungkur dan bersujud
Bertaubat
Ara 071002
Curahan hati hamba yg lelah melangkah
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Oktober 2008
Langganan:
Postingan (Atom)
