SAAT DUKA MENYAPA
Saat duka menyapa
Tebarkan kata-kata
Dibungkus asap dan canda
Mengajak pertemanan
Persahabatan penuh sandungan
Sedang batin merasuk. Kelu!
Akankah diterima?
Ketika duka tersenyum
Tawarkan madu, racun padahal
Tertawa menyembunyikan taring
Mengaharap balas manis
Nyatanya menghisap darah dhuafa
Sanggupkah?
Ini cerita pilu Indonesia
Rakyat golongan mengengah ke bawah
Saat sapaan duka telah akrab di telinga
Dibalas dengan Hai
Padahal benci memang
Namun apa daya
Ketika keringat telah diperas berulang-ulang
Apa yang didapat?
Nyeri dan darah yang kian mengalir
Sementara duka selalu mengejar
Penuh ambisi dan agresif
Sedangkan kita lemah tanpa daya
Apakah ini yang dinamakan pasrah?
Ara 120802
Menjumpai sabar dalam duka
Tampilkan postingan dengan label duka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label duka. Tampilkan semua postingan
Senin, 27 Oktober 2008
DUKA
DUKA
Kejam
Dunia hitam
Hati bergetar pilu
Tatkala darah sekental air
Tertumpah, terserap, hilang disapu tanah
Kala nyawa terbuang, terinjak, tiada nilai
Harga diri tinggi mencapai langit
Akal hlang mata tertutup
Uang seagung tuhan
Nurani terbeli
Ironi
Ara 070502
Menangisi nurani
Kejam
Dunia hitam
Hati bergetar pilu
Tatkala darah sekental air
Tertumpah, terserap, hilang disapu tanah
Kala nyawa terbuang, terinjak, tiada nilai
Harga diri tinggi mencapai langit
Akal hlang mata tertutup
Uang seagung tuhan
Nurani terbeli
Ironi
Ara 070502
Menangisi nurani
Langganan:
Postingan (Atom)
