AKU
Makhluk malang…
Ada! Ucapku
Tiada dan sendiri
Bayanganku tertawa sengit
Benarkah?
Engkau masih punya aku
Engkau selalu kuikuti, ucap sehatku
Lantas melirik pun engkau enggan
Lama aku tenggelam
Gelap mata buta hati
Ya … aku masih punya engkau nurani
Bahkan di saat sendiri aku masih punya Tuhan
TanpaMu aku tiada
Ucapkan syukur! seru bayanganku
Tak hanya itu, mana bukti penghambaanmu? Tanya sehat
“Aku menjagamu sehat
Dan aku mengikuti nurani”
Ucapku tersenyum
Ara 181108
Saat sakit menghampiri, ajarkan kami untuk terus bersyukur, Ya Rabbi.
Tampilkan postingan dengan label nurani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nurani. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 November 2008
Senin, 27 Oktober 2008
DUKA
DUKA
Kejam
Dunia hitam
Hati bergetar pilu
Tatkala darah sekental air
Tertumpah, terserap, hilang disapu tanah
Kala nyawa terbuang, terinjak, tiada nilai
Harga diri tinggi mencapai langit
Akal hlang mata tertutup
Uang seagung tuhan
Nurani terbeli
Ironi
Ara 070502
Menangisi nurani
Kejam
Dunia hitam
Hati bergetar pilu
Tatkala darah sekental air
Tertumpah, terserap, hilang disapu tanah
Kala nyawa terbuang, terinjak, tiada nilai
Harga diri tinggi mencapai langit
Akal hlang mata tertutup
Uang seagung tuhan
Nurani terbeli
Ironi
Ara 070502
Menangisi nurani
Langganan:
Postingan (Atom)
